Thursday, October 4, 2012

ASPEK KEINDAHAN DALAM MEMASARKAN LOKASI WISATA


 Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah ( perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya.
Keindahan dalam arti yang luas merupakan pengertian yang mengandung arti kebaikan dan menyenangkan. Keindahan dalam arti yang sempit menyangkut benda-benda yang dapat diserap oleh penglihatan
Teori objektif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri khusus yang membuat sesuatu benda menjadi indah atau bernilai estetis adalah terpenuhinya azas-azas tertentu mengenai bentuk pada sesuatu benda, terlepas dari orang yang mengamatinya. Pengamatan seseorang hanyalah menemukan atau menyingkapkan sifat-sifat indah yang sudah ada pada sesuatu benda dan pengamatan, sama sekali tidak berpengaruh untuk mengubah keindahan tersebut, seperti karya seni yang diciptakan seseorang. Sebaliknya teori subjektif tentang keindahan mengatakan bahwa keindahan bukan dari ciri-ciri khusus tetapi tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda artinya keindahan semata-mata tergantung pada penyerapan dari sipengamat tersebut. Keindahan berhubungan erat dengan keserasian dan kehalusan seperti model busana dimana tercapai keseimbangan yang sesuai dengan bentuk tubuhnya, tinggi badan, bentuk wajah dan modal rambutnya. Didukung oleh perilakunya yang halus dan sopan, lemah lembut dalam mengucapkan kata dan  rendah hati. Sehingga menimbulkan efek yang positif bagi yang melihat ataupun merasakan keindahan itu sendiri..
Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang menyimpan banyak potensi alam baik daratan maupun lautan (pantai). 
Banyaknya wisatawan dengan intensitas tinggi yang berkunjung ke Indonesia, ini merupakan salah satu keuntungan yang dapat meningkatkan devisa untuk pembangunan bangsa dan negara
Pariwisata di Indonesia merupakan sektor ekonomi penting di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2010, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia sebesar 7 juta lebih atau tumbuh sebesar 10,74% dibandingkan tahun sebelumnya, dan menyumbangkan devisa bagi negara sebesar 7.603,45 juta dolar Amerika Serikat.
Potensi yang besar ini seharusnya dapat menarik wisatawan lebih banyak lagi. Jika dilihat dari aspek pemasaran,seharusnya sseorang manajer dapat melakukan: proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion).
Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi prodeusen atau distributor mengharapkan kenaikan angka penjualan. 
Tujuan promosi di antaranya adalah:
1.   Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial
2.   Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit/laba
3.   Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan
4.   Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar
5.   Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing
6.   Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.
7.   Mengubah tingkah laku dan pendapat konsumen
Beberapa cara untuk melakukan promosi adalah:
1.   Melalui e-mail
2.   Melalui sms
3.   Melalui pembicaraan
4.   Melalui iklan

Pada dasarnya Marketing Mix terdiri dari 4 P. Dari sudut pandang Konsumen, 4 P tersebut bisa dijelaskan dalam 4 C :
1.       Product  adalah Customer Solution
Produk adalah suatu materi yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan konsumen, baik berupa barang atau jasa.   Produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke suatu kelompok pelanggan atau pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan.  Artinya manfaat produk tersebut akan menjadi solusi dari kebutuhan atau keinginan konsumen.

2.       Price adalah Customer Cost
Harga adalah jumlah uang yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk memperoleh produk yang dipasarkan. Artinya Harga adalah besar pengorbanan konsumen untuk mendapatkan produk yang dapat memenuhi kebutuhannya. Bagi produsen Harga juga sangat penting karena menentukan tingkat laba perusahaan, dengan kata lain juga keberlangsungan perusahaan.
Besarnya harga juga menjadi pertimbangan dalam menentukan segmen pasar yang dibidik, apakah dapat terjangkau oleh konsumennya atau tidak. Dengan demikian juga dapat diperhitungkan target penjualan yang akan dicapai oleh perusahaan.
3.       Promotion adalah Communication
Promosi dapat diinterpretasikan dalam dua cara :
Promosi adalah cara berkomunikasi kepada konsumen, baik melalui iklan, personal selling, atau Public Relation. Promosi juga bisa dengan cara Word-of-mouth yang merupakan komunikasi informal secara perorangan.  Sering dilakukan oleh tenaga sales. Promosi juga akan memberikan brand imagekonsumen terhadap produk.

4.       Place adalah Convenience
Place bermakna menyediakan produk pada suatu tempat yang memberikan kenyamanan bagi konsumen untuk mengaksesnya. Place juga bisa disamakan dengan channel atau distribusi. Penyebaran outlet-outlet di berbagai tempat strategis termasuk salah satu upaya untuk memenuhi kenyamanan ini.

Extended Marketing Mix menambahkan 3 P lagi, sehingga menjadi 7 P, dan merupakan strategi pemasaran yang mengembangkan variable yang controllable dari 4 P semula. Jika Bauran Pemasaran 4 P semula lebih diarahkan pada produk berwujud (goods), maka 3 P berikutnya lebih digunakan pada industri jasa.
Berikut ini adalah 3 P yang ditambahkan :
5.       People
People (orang) dibutuhkan untuk memulai proses transaksi.  Jadi semua orang yang secara langsung mau pun tidak langsung terlibat dalam penggunaan jasa oleh konsumen merupakan bagian yang penting dalam Bauran Pemasaran.  Karyawan dan manajemen yang cerdas sering memberikan nilai tambah yang tinggi pada total penawaran produk atau jasa dari suatu perusahaan.
6.       Process
Menggambarkan prosedur, mekanisme dan aliran kegiatan yang dialami konsumen tersebut untuk mendapatkan pelayanan jasa. Proses manajemen pelanggan tersebut merupakan bagian yang penting dalam suatu strategi pemasaran. Dalam pelayanan pelanggan, sejumlah proses terlibat dalam rangka keberhasilan pemasaran. Misalnya proses untuk penanganan keluhan pelanggan, proses mengidentifikasi kebutuhan dan persyaratan pelanggan, atau proses untuk menangani order. 

7.       Physical Evidence
Merupakan alat untuk meyakinkan konsumen. Memperlihatkan kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan, baik dengan bukti fisik yang mendukung komunikasi dan pelayanan, mau pun bukti tidak berwujud berupa pengalaman dari konsumen yang sudah ada dan perusahaan dapat memanfaatkan kesaksian pelanggan yang puas tersebut kepada calon pelanggan potensial lainnya.
Dari hasil browsing di internet, dapat ditemukan beberapa tambahan untuk Extended Marketing Mix lainnya, antara lain :
Pace = kecepatan pengenalan produk-produk baru kepada konsumen di pasar.
Perception = cara pandang sekelompok orang terhadap produk, terutama para konsumen.  Persepsi konsumen dapat direkayasa dengan berbagai informasi dan komunikasi.
Packaging = kemasan merupakan kontak pertama pelanggan pada produk. Kesan pelanggan terbentuk pada saat pertama kali melihat kemasannya (first impression last longest).
Publicity = pembentukan citra perusahaan harus dikembangkan untuk menarik pelanggan baru.
Patience = terutama dalam industri jasa, kesabaran penanganan pelanggan sangat menentukan sukses tidaknya pemasaran suatu produk.
Programming = pemanfaatan IT (Information Technology) untuk meningkatkan akses dari dan kepada pelanggan. Sangat menentukan dalam era E-commerce sekarang ini.

Pariwisata menurut A.J. Burkart dan S. Medlik dalam Soekadijo (1997:3) adalah
Perpindahan orang untuk sementara (dan) dalam jangka waktu pendek ke tujuan-tujuan diluar tempat di mana mereka biasanya hidup dan bekerja, dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu. Pariwisata merupakan salah satu industri baru yang mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam hal kesempatan kerja, pendapatan, taraf hidup dan dalam mengaktifkan sektor produksi lain di dalam negara penerima wisatawan.
Pariwisata sebagai suatu industri yang kompleks, yang meliputi industri-industri lain seperti industri perhotelan, industri rumah makan, industri kerajinan/ cinderamata, industri perjalanan dan sebagainya. Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang menyimpan banyak potensi alam baik daratan maupun lautan (pantai). Sebagai contohnya yaitu obyek wisata pantai Randusanga. Obyek Wisata Pantai Randusanga Indah merupakan satu-satunya obyek wisata pantai yang ada di Kabupaten Brebes, terletak di Kelurahan Randusanga Wetan, Kecamatan Brebes yang berjarak + 6 Km dari Kota Brebes.
Pemberian informasi kepada wisatawan sangat penting dilakukan, karena dapat memberikan gambaran yang menyeluruh kepada wisatawan dan calon wisatawan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan kepariwisataan yang ada di Obyek Wisata Pantai Randusanga Indah. Bentuk informasi ini dapat berupa peta, buku petunjuk, video, artikel majalah, narasi dari tour guide, brosur dan sebagainya Mengingat aktivitas kepariwisataan berkaitan dengan kunjungan wisatawan, maka untuk dapat menarik wisatawan diperlukan promosi wisata, melalui berbagai cara dan kesempatan.
Kegiatan promosi wisata yang dilakukan seorang manajer itu pada dasarnya dimaksudkan untuk mempengaruhi calon wisatawan untuk berkunjung ke Obyek Wisata Pantai Randusanga Indah.
Kegiatan promosi seperti :
Selain kegiatan promosi, Obyek Wisata Pantai Randusanga Indah juga harus menawarkan wisata produk yang dapat menarik para wisatawan agar berkunjung dan menikmati keindahan Obyek Wisata Pantai Randusanga Indah yaitu dengan:
1.    Atraksi wisata yang baik akan dapat mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya, menahan wisatawan di tempat atraksi dalam waktu yang cukup lama dan memberikan kepuasan kepada wisatawan yang datang berkunjung.
2.    Sarana wisata merupakan gabungan dari berbagai aktivitas yang berkaitan dengan upaya untuk memberikan kepuasan kepada wisatawan. Pelayanan akomodasi yang diperlukan dalam pariwisata berupa penyediaan berbagai sarana akomodasi seperti hotel, motel, cottage, penginapan, pondok wisata, vila dan lain sebagainya
3.    Aksesibilitas merupakan segala sesuatu yang dapat memberi kemudahan kepada wisatawan untuk dapat berkunjung pada suatu tempat. Komponen-komponen yang perlu diperhatikan dari aksesibilitas adalah transportasi,infrastruktur, peraturan pemerintah dan prosedur operasional.









Monday, October 1, 2012

APA YANG DIHARAPKAN PERUSAHAAN DARI MANAJER?

Perusahaan, dalam hal ini manajemen puncak, tidak saja hanya berharap dari semua karyawan untuk berkinerja tinggi. Tetapi juga berharap dari manajer. Mengapa demikian? Karena kinerja karyawan sangat dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan dan ketrampilan manajerial dari manajer.
Pihak manajerlah yang paling tahu kondisi para karyawan atau subordinasinya baik yang bekerja didalam ruangan maupun dilapangan.
Karena pengetahuannya sedemikian rupa maka pihak manajer selalu diminta manajemen puncak agar memberi umpan balik apa saja yang terjadi di setiap unitnya. 
Dengan demikian manajemen puncak memiliki dasar ketika perusahaan akan merencanakan dan mengembangkan usahanya.
Manajer dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kinerja karyawan di unit kerjanya. Manajerlah yang memiliki posisi terdepan tentang keberhasilan karyawannya. Dia merupakan representasi manajemen puncak dalam hal strategi dan kebijakan perusahaan yang perlu disampaikan ke dan dilaksanakan semua karyawannya.
Untuk itu pihak manajer seharusnya melakukan beberapa hal yakni :  
(1) merefleksikan dan mendukung strategi dan kebijakan tujuan dan sasaran perusahaan; 
(2) merefleksikan dan mendukung kebijakan umum dan kebijakan operasional serta metode untuk mencapai tujuan perusahaan; 
(3) menyampaikan dan menguraikan semua kebutuhan perusahaan dalam bentuk rincian kegiatan agar dilaksanakan oleh karyawan; 
(4) melakukan umpan balik kepada manajemen puncak tentang bagaimana persepsi dan sikap karyawan terhadap setiap tujuan dan kebijakan perusahaan; dan
(5) melakukan umpan balik kepada manajemen puncak tentang apa kekuatan dan kelemahan sumberdaya dan proses pekerjaan di tingkat unit.
Oleh karena itu, seorang manajer harus menjalankan salah satu langkah untuk  mewujudkan harapan perusahaannya yaitu dengan melakukan suatu penilaian kerja bagi karyawannya.
                                                                             
Manfaat penilaian kerja
Manfaat penilaian kinerja bagi semua pihak adalah agar bagi mereka mengetahui manfaat yang dapat mereka harapkan.
Pihak-pihak yang berkepentingan dalam penilaian adalah:
(1) Orang yang dinilai (karyawan)
(2) Penilai (atasan, supervisor, pimpinan, manager, konsultan) dan
(3) Perusahaan.

Manfaat bagi karyawan yang dinilai
Bagi karyawan yang dinilai, keuntungan pelaksanaan penilaian kinerja adalah :
1.         Meningkatkan motivasi
 .
2.         Meningkatkan kepuasan hidup.
3.         Adanya kejelasan standard hasil yang diterapkan mereka.
4.         Umpan balik dari kinerja lalu yang kurang akurat dan konstruktif.
5.         Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan menjadi lebih besar.
6.         Pengembangan tantang pengetahuan 
7.         Membangun kekuatan dan mengurangi kelemahan 
8.         Adanya kesempatan untuk berkomunikasi ke atas .
9.         Peningkatan pengertian tentang nilai pribadi.
10.       Kesempatan untuk mendiskusikan dan mengatasi permasalahan 
11.       Suatu pemahaman jelas dari apa yang diharapkan dan apa yang perlu untuk dilaksanakan untuk mencapai harapan tersebut.
12.       Adanya pandangan yang lebih jelas tentang konteks pekerjaan.
13.       Kesempatan untuk mendiskusikan cita-cita dan bimbingan apa pun dorongan atau pelatihan yang diperlukan untuk memenuhi cita-cita karyawan.
14.       Meningkatkan hubungan yang harmonis dan aktif dengan atasan.

Manfaat bagi penilai (supervisor/manager/penyelia) 

Bagi penilai, manfaat pelaksanaan penilaian kinerja adalah;
1.         Kesempatan untuk mengukur dan mengidentifikasikan kecenderungan kinerja   karyawan untuk perbaikan manajeman selanjutnya.
2.         Kesempatan untuk mengembangkan suatu pandangan umum tentang pekerjaan individu dan departemen yang lengkap.
3.         Memberikan peluang untuk mengembangkan sistem pengawasan baik untuk pekerjaan manajer sendiri, maupun pekerjaan dari bawahannya.
4.         Identifikasi gagasan untuk peningkatan tentang nilai pribadi.
5.         Peningkatan kepuasan kerja .
6.         Pemahaman yang lebih baik terhadap karyawan, tentang rasa takut, rasa grogi, harapan, dan aspirasi mereka.
7.         Menigkatkan kepuasan kerja baik terhadap karyawan dari para manajer maupun dari para karyawan.
8.         Kesempatan untuk menjelaskan tujuan dan prioritas penilai dengan memberikan pandangan yang lebih baik terhadap bagaimana mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada perusahaan.
9.         Meningkatkan rasa harga diri yang kuat diantara manajer dan juga para karyawan, karena telah berhasil mendekatkan ide dari karyawan dengan ide para manajer.
10.       Sebagai media untuk mengurangi kesejangan antara sasaran individu dengan sasaran kelompok atau sasaran departemen SDM atau sasaran perusahaan.
11.       Kesempatan bagi para manajer untuk menjelaskan pada karyawan apa yang sebenarnya diingikan oleh perusahaan dari para karyawan sehingga para karyawan dapat mengukur dirinya, menempatkan dirinya, dan berjaya sesuai dengan harapan dari manajer.
12.       Sebagai media untuk menigkatkan interpersonal relationship atau hubungan antara pribadi antara karyawan dan manajer.
13.       Dapat sebagai sarana menimgkatkan motivasi karyawan dengan lebih memusatkan perhatian kepada mereka secara pribadi.
14.       Merupakan kesempatan berharga bagi manajer agar dapat menilai kembali apa yang telah dilakukan sehingga ada kemungkinan merevisi target atau menyusun prioritas kembali.
15.       Bisa mengidentifikasikan kesempatan untuk rotasi atau perubahan tugas karyawan.

Manfaat bagi perusahaan
Bagi perusahaan, manfaat penilaian adalah antara lain:
1.         Perbaikan seluruh simpul unit-unit yang ada dalam perusahaan karena:                           
a.    Komunikasi menjadi lebih efektif mengenai tujuan perusahaan dan nilai budaya    perusahaan.
b.    Peningkatan rasa kebersamaan dan loyalitas;
c.    Peningkatan kemampuan dan kemauan manajer untuk menggunakan keterampilan dan keahlian memimpinnya untuk memotivasi karyawan dan mengembangkan kemauan dan keterampilan karyawan.
2.         Meningkatkan pandangan secara luas menyangkut tugas yang dilakukan oleh masing-masing karyawan
3.         Meningkatkan kualitas komunikasi
4.         Meningkatkan motivasi karyawan secara keseluruhan
5.         Meningkatkan keharmonisan hubungan dalam pencapaian tujuan perusahaan
6.         Peningkatan segi pengawasan melekat dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh setiap karyawan
7.         Harapan dan pandangan jangka panjang dapat dikembangkan
8.         Untuk mengenali lebih jelas pelatihan dan pengembangan yang dibutuhkan
9.         Kemampuan menemu kenali setiap permasalahan
10.       Sebagai sarana penyampaian pesan bahwa karyawan itu dihargai oleh perusahaan
11.       Budaya perusahaan  menjadi mapan. Setiap kelalaian dan ketidakjelasan dalam membina sistem dan prosedur dapat dihindarkan dan kebiasaan yang baik dapat diciptakan dan dipertahankan. Berita baik bagi setiap orang dan setiap karyawan akan mendukung pelaksanaan penilaian kinerja, mau berpartisipasi secara aktif dan pekerjaan selanjutnya dari penilaian kinerja akan menjadi lebih baik
12.       Karyawan yang potensil dan memungkinkan untuk menjadi pimpinan perusahaan  atau sedikitnya yang dapat dipromosikan menjadi lebih mudah terlihat, mudah diidentifikasikan, mudah dikembangkan lebih lanjut, dan memungkinkan peningkatan tanggung jawab secara kuat
Jika penilaian kinerja ini telah melembaga dan keuntungan yang diperoleh  perusahaan menjadi lebih besar, penilaian kinerja akan menjadi salah satu sarana yang paling utama dalam meningkatkan kinerja perusahaan.
Namun dalam prakteknya ketika manajer menjalankan misi perusahaan di atas tidaklah selalu lancar. Tantangan terbesar justru dari pihak manajer itu sendiri yakni dalam hal ketaat azasan. Seorang manajer merupakan individu yang paling menentukan keberhasilan / kegagalan perusahaan. Karena merekalah orang yang memegang peranan penting dalam mengintegrasikan, mengkoordinasikan semua sumber daya yang dimiliki dan bertanggung jawab sepenuhnya atas keberhasilan dalam pencapaian sasaran.  
Namun sayangnya,manajer kerap belum sepenuhnya memahami apa isi tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Keragu-raguan tidak jarang ditemui manajer yang antara lain disebabkan faktor-faktor kekurang-percayaan pada potensi diri sendiri, kurangnya panduan teknis dari perusahaan disisi lain otonomi yang diberikan kepada manajer belum sepenuhnya diberikan oleh manajemen puncak. 
Kurangnya pengalaman manajer dalam menterjemahkan setiap kebijakan ke dalam rincian program juga akan menambah ketidak-taat azasan posisi manajer sebagai representasi manajemen puncak. Dalam keadaan seperti itu manajer kerap mengalami kesulitan mengkoordinasi karyawannya dengan efektif.
 Padahal seorang manajer yang professional seharusnya terus memperbaharui pengetahuannya, meningkatkan komunikasi dengan berbagai pihak disamping sikap yang didasari kesadaran moral yang tinggi.
Didalam budaya dasar kesadaran moral terdiri dari tiga hal yaitu :
  1. Kewajiban, suara batin(hati nurani) harus selalu ditaati, dipatuhi. Karena dengan inilah seseorang itu merasa dibebani oleh suatu kewajiban mutlak untuk melaksanakan sesuatu. Tidak ada suatu kekuatan apapun juga yang dapat mencegah pelaksanaannya  
  2. Rasional, kesadaran moral dapat dikatakan rasional karena ia berlaku objektif ,universal,serta terbuka bagi penyangkalan dan pembenaran
  3. Kebebasan,dengan kesadaran moralnya itu, seseorang bebas untuk menentukan tindakan dan perilakunya. Namun didalam kebebasan itu sesungguhnya tercermin pula nilai atau kualitas manusia itu sendiri,apakah ia mau bertanggung jawab terhadap keputusan dan tindakannya atau melempar tanggung jawab kepada orang lain
    Manajer yang berpegang teguh terhadap kesadaran moral merasa mulia dengan kejujurannya tanpa perlu orang lain tahu dan mendahulukan kewajiban dari hak. Dalam prakteknya manajer tersebut merasa nyaman sekali untuk memberi pandangan, kepedulian, dan menyampaikan gagasan kepada manajemen puncak. Dengan sikap itu manajer yang bersangkutan dan manajemen puncak dapat berdialog atau berkomunikasi tentang kemajuan bisnis perusahaan serta mengondisikan lingkungan kerja yang dinamis. Dengan demikian manajer yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru untuk bekerja secara konsisten atau taatasas.  
      Sementara itu di tingkat unit pihak manajer harus berperan dalam memfasilitasi kebutuhan karyawan dalam proses pekerjaan dengan taatasas. 
  Namun hal itu tidak mungkin berhasil kalau manajer tidak memiliki keterampilan berkomunikasi dengan para karyawannya. Lambat laun yang diharapkan manajemen puncak dari manajer akan terpenuhi yakni manajer yang kompeten dan konsisten dalam menterjemahkan setiap kebijakan dan strategi perusahaan menjadi program terinci di tiap unit. Keberhasilan itu akan mempengaruhi pencapaian kinerja perusahaan sesuai harapan manajemen puncak.


Sumber bacaan :
1.    Artikel Penilaian Kinerja Karyawan : Definisi, Tujuan dan Manfaat oleh jurnal-sdm.blogspot.com 
2.    Buku materi pokok Ilmu Budaya Dasar oleh Dra. Yulia Budiwati, M.Si 

KONSEP KEPEMIMPINAN BERDASARKAN PANDANGAN HIDUP BANGSA INDONESIA


Republik Indonesia  adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan juga merupakan Negara berpenduduk terbesar keempat didunia dan terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda.
Sebagai suatu bangsa yang besar, pengelolaannya tidak mudah jika ditinjau dari sisi ilmu manajemen yang didefinisikan sebagai berikut : 
Manajemen adalah penggunaan sumberdaya organisasi untuk mencapai sasaran dan kinerja yang tinggi dalam berbagai tipe organisasi profit maupun non profit dan merupakan hasil satu atau lebih manajer yg secara individu maupun bersama-sama menyusun dan mencapai tujuan organisasi dgn melakukan fungsi-fungsi terkait (perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, pengarahan dan pengawasan) dalam mengkoordinasi berbagai sumber daya.
Begitu pula didalam organisasi pemerintahan, bagaimana menyusun kabinet, jumlah dan fungsi kementerian, merencanakan peningkatan ekspor, merencanakan peningkatan pendidikan nasional agar lebih bermutu, merencanakan pembangunan pariwisata, kedaulatan pangan dan lain sebagainya. 
Selanjutnya pemerintah perlu melakukan pengendalian agar rakyat dapat hidup tenang dibawah perlindungan hukum dan itulah sebabnya mengapa Negara kita disebut sebagai Negara hukum. 
Didalam kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap rakyat pasti memiliki harapan. Rakyat memang berhak memiliki harapan, didalam ilmu budaya dasar dikatakan bahwa dengan adanya harapan yang dimiliki, ia akan selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Artinya,ia mempunyai kewajiban untuk berbuat lebih baik lagi bagi hidupnya.  Harapan inilah yang memungkinkan rakyat Indonesia untuk menghadapi tantangan dan pesoalan hidup. 
Meskipun tidak semua harapan dapat terwujud, namun pasti ada harapan setidaknya harapan untuk mendapatkan keadilan.
Apabila keadilan adalah keseimbangan dalam hal implementasi hak dan kewajiban, maka ada tiga paradigma yang harus menjadi fokus perhatian semua pihak di Negara ini yaitu :
 Pertama, hak dan kewajiban warga Negara terhadap bangsa dan negaranya. 
Contoh yang paling sederhana mengenai hak dan kewajiban warga Negara terhadap bangsa dan negaranya adalah membayar pajak. Siapapun orang itu,tidak ada kecualinya bahwa ia mempunyai kewajiban unutk membayar pajak kepada Negara. Hasil pembayaran pajak itu digunakan untuk memperbaiki dan membangun fasilitas umum dan fasilitas soial misalnya, membangun atau memperbaiki rumah sakit, membangun puskesmas, atau perbaikan system transportasi serta perbaikan armada angkutan umum baik darat,laut dan udara yang kesemuanya demi peningkatan kesejahteraan rakyat.
Kedua, hak dan kewajiban warga Negara terhadap sesama warga Negara. Contoh yang paling sederhana misalnya didalam suatu lingkungan RT. Hasil kesepakatan melalui rapat adalah bahwa setiap keluarga diwajibkan membayar uang keamanan dan uang sampah sebesar yang telah ditentukan.
Dalam hal ini,setiap keluarga ,mempunyai kewajiban yang harus ditunaikan dan juga setiap keluarga memiliki hak untuk mendapatkan rasa aman dan menikmati lingkungan bersih. Kerja bakti dan ronda malam  secara bergiliran juga merupakan hak dan kewajiban warga Negara terhadap sesama warga Negara. 
Ketiga, hak dan kewajiban Negara atau pemerintah terhadap warga negaranya, dari semua itu, maka hak itulah yang menjadi tumpuan harapan bagi perbaikan hidup dan kehidupan setiap orang, dan hak setiap orang pula untuk mendapatkan haknya demi perbaikan hidupnya. Kewajiban Negara terhadap warga negaranya dalam hal ini adalah memberikan pelayanan (dalam bentuk apapun) kepada rakyatnya dengan baik dan manusiawi. 
Semua berhak mendapat pelayanan yang baik. Bukankah setiap warga Negara berhak mendapat pelayanan yang baik? Bukankah mereka yang membeli tiket kelas ekonomi  manusia sama halnya dengan mereka yang membeli tiket kelas bisnis? Jadi,semua itu harus ada keseimbangan hak dan kewajiban. Karena keseimbangan keduanya menunjukan perlakuan adil,dan keadilan itu adalah harapan.
Lalu bagaimana cara para pemimpin negeri ini memimpin bangsanya, konsep apa yang dipakainya, apa yang harus dilakukan dalam upaya merealisasikan harapan rakyatnya?..
Sebagai suatu bangsa yang berdaulat, Indonesia memiliki falsafah bangsa yang kita kenal sebagai Pancasila. Didalam penjabaran Pancasila dikatakan bahwa seorang pemimpin adalah seseorang yang memiliki kelebihan sehingga dia memiliki kekuasaan dan kewibawaan untuk menggerakan dan membimbing bawahannya dalam mencapai tujuan tertentu. 
Tujuan tertentu inilah yang menjadi harapan dan realisasi harapan-harapan itulah yang digantungkan seluruh rakyat kepada pemimpinnya.
Seorang pemimpin yang berasaskan ideologi Pancasila seharusnya memberi contoh yang baik dan bermoral dalam segala periaku dan tindakannya serta memiliki konsep dan karakteristik kepemimpinan sebagai berikut :
·     Berke-Tuhan-an Yang Maha Esa,artinya bahwa seorang pemimpin itu dituntut mutlak untuk memiliki keyakinan beragama, keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Secara implisit hal ini menggambarkan bahwa seorang pemimpin dan kewajiban yang sama dengan rakyatnya dihadapan Tuhan.
·  Ing ngarsa sung tulada, mempunyai makna bahwa seorang pemimpin itu harus selalu memberi teladan,memberi contoh yang baik kepada rakyatnya dan harus selalu mengabdi dan membela kepentingan rakyatnya, ia harus bijak dalam memerintah,juga dalam memberi nasihat,dan dalam mengambil keputusan serta menjalankan keputusan.
·   Ing madya mangun karsa, artinya bahwa seorang pemimpin itu harus selalu memotivasi rakyatnya untuk selalu berkarya sebaik-baiknya,selalu berprestasi dan selalu bertindak secara moral. Pemimpin juga harus mengetahui aspirasi-aspirasi rakyatnya dan mengerti apa yang harus dilakukannya
·  Tut wuri handayani, artinya memberi dorongan agar rakyatnya itu memiliki kepercayaan diri dan dapat bekerja dengan sebaik-baiknya, kreatif serta memiliki inisiatif untuk tidak selalu tergantung kepada pemimpinnya.
·   Waspada purba wisesa. Disini memiliki makna bahwa seorang pemimpin itu memiliki wibawa, kelebihan dan memiliki kemampuan untuk memprediksi apa yang akan terjadi
·  Ambeg paramaarta, memiliki arti bahwa pemimpin itu harus memiliki sifat pemurah, dermawan, dan adil, tidak sewenang-wenang atau otoriter terhadap rakyatnya.
·    Prasaja artinya bersahaja atau sederhana. Seorang pemimpin memang harus hidup sederhana karena ia adalah contoh teladan bagi rakyatnya. Ia harus memberi contoh hidup sederhana karena tidak semua rakyatnya adalah orang kaya.
·   Satya artinya setia. Pemimpin itu harus setia kepada atasannya, koleganya, bawahannya, rakyatnya, bangsanya, dan negaranya. Pemimpin juga harus selalu menepati janji, tidak boleh berkhianat, dapat dipercaya, selalu bersungguh-sungguh dalam bekerja.
·   Hemat. Hemat ini berhubungan dengan harta kekayaan. Artinya tidak boros. Secara khusus hemat artinya hati-hati, cermat, penuh perhitungan dan teliti.
·  Terbuka. Sifat ini mempunyai makna bahwa seorang pemimpin itu harus berkomunikatif. Mau mendengar pendapat dan kritik dari orang lain, selalu belajar dari pengalaman,juga belajar untuk memperluas wawasan dan pengetahuannya demi membimbing rakyatnya.
·  Legawa,artinya rela, ridha dan ikhlas. Ikhlas untuk berkorban baik secara material maupun non-material. Sikap ini juga akan menjadikan seorang pemimpin itu memiliki sikap bersahaja,tawakal,serta selalu berjuang tanpa pamrih. 
· Ksatria. Seorang ksatria harus berbudi luhur,mampu mengendalikan diri, mau mengakui kesalahan dan meminta maaf atas kesalahan, jujur, penolong, dermawan mengutamakan kepentingan umum.

Pada akhirnya,pemimpin harus menjadi patron, menjadi teladan, menjadi contoh bagi rakyatnya. Karena semua tindakannya itu menjadi sorotan rakyat, maka segala perilaku dan tindakannya itu harus dilandasi dengan nilai-nilai moral, dalam hal ini moralitas Pancasila. Tujuan dari upaya-upaya dalam mewujudkan harapan selurh rakyat bangsa Indonesia sesungguhnya adalah terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sumber tulisan :
1.    Buku materi pokok Ilmu Budaya Dasar oleh Dra. Yulia Budiwati,  M.Si
2.    15 kepemimpinan menghadapi masa depan oleh Ginandjar Kartasasmita (Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas)
3.    Makalah studi kepemimpinan demokrasi dalam perspektif islam oleh Brigita Win Erwina
4.    Buku Manajemen jilid 1 oleh James A.F Stoner, Edward Freeman, Daniel Gilbert